KETIKA HUJAN MENYAPA


senja itu tak lagi sama, semua terasa berbeda dari biasanya jauh dari hal yang berbau bahagia. Ya aku lah si sendu yang berasal dari keluarga sederhana cenderung kurang mampu. ku kira ketika aku berpindah kota semua akan terasa berbeda semua terasa akan lebih baik akan tetapi tidak , berpikiran yang aneh - aneh, merenung tentang keterbatasan ekonomi, merenung tentang cinta yang terlalu rumit dan mengorbankan segalanya tapi namanya perasaan , entah berapa kali aku ingin membohongi perasaanku sendiri akan tetapi sama saja aku tetap sayang dia. Ngomong - ngomong masalah cinta mungkin bisa aku utarakan di cerita selanjutnya. aku ingin bertanya pada diriku sendiri aku ingin marah kepada diriku sendiri. Kala itu hujan jatuh tepat pukul 5 sore , harum tanah kering yang di tetesi air hujan sangat menyengat sekali , bukannya bau nya tidak enak akan tetapi aroma khas nya membuat aku terdorong untuk berpikir tentang kehidupan. bagaimana terjalnya perjalanan hidupku yang luntah dan susah sampai sekarang aku dapat bersyukur apa yang ku dapatkan ini. Yah mungkin ini intro yang agak berbelit belit dari aku si sendu , ya ini lah gambaran hidupku yang mungkin bisa mewakili perasaan . semuanya akan ku lanjutkan di tulisan berikutnya . 


Komentar