Postingan

Feeling ?

 Semalam terasa berbeda, beban pikiran semakin berat tak terkira. Dalam benakku bertanya, ada apa sebenarnya, perasaan yang begitu tenang berubah seketika menjadi gusar gundah-gulana. Kalau dipikir galau juga enggak apalagi emang baru ngurangin yang namanya galau berlebihan. Maklum baru ngalamin fase quarter life crisis katanya. Semenjak berita duka ada dimana-mana, ketakutan itu nyata adanya. Seperti biasa tengah malam sepi, bengong sambil dengerin playlist spotify kesayangan, entah kenapa air mata keluar tanpa sebab ditambah suasana yang emang sepi banget, nangis sejadinya akhirnya. keesokan harinya tepat hari jumat dapet kabar kalau ada saudara yang meninggal karena sakit, duh emang selalu seperti ini, perasaan yang datang gak tau darimana ternyata jadi pertanda. Nggak perlu diceritain panjang lebar tentang kejadian semalam. Yang jadi poinnya, ya saya sendiri yakin kalau semua orang pasti punya feeling atau perasaan yang begitu mendasar tentang hal yang akan datang ke depanny...

MEMULAI LAGI DAN KEMBALI

Apa kabar semuanya ? lelah kah ? mungkin perasaan kita sama . jujur saya bingung memulai dari mana, perasaan campur aduk serta kesedihan jiwa yang dominan membuat saya sendiri terseok-seok menjalani kehidupan. memberanikan diri lagi untuk menulis dan mencurahkan apapun yang ada dipikiran saya lagi. selama ini saya hanya menyimpan coretan tulisan yang tidak terlalu menarik itu di buku usang yang mungkin sudah tidak layak untuk dipandang sekalipun. Ini sekedar awalan dari saya untuk tahu dan mengerti apa yang kalian rasakan di masa sulit seperti ini, selanjutnya mungkin dalam waktu dekat ini saya ingin menguatkan hati dan jiwa untuk memberanikan diri mengubah tulisan analog saya ke dalam bentuk dimensi lain yang mungkin bisa terhubung dengan kalian. Laptop butut, segelas kopi dan sebuah inspirasi tak masuk akal dan lebih menjurus permasalah diri memang tak akan pernah bisa dipisahkan. Adapun kalian berkenan membaca saya sudah cukup senang. apalagi saya yang baru ingin memulai dan menuan...

KETIKA HUJAN MENYAPA II

Ketika hujan menyapa Kelanjutan dari segala hal yang menjadi keluh kesah seorang manusia ialah kebahagiaan , sebenarnya kebahagiaan itu simpel akan tetapi sulit untuk di dapatkan bahkan di aplikasikan dalam kehidupan sehari - hari , begitu pula saya ketika semua terasa letih hanya kasur dan tidur yang bisa menjadi penawar segalanya bahkan kebahagiaan sekalipun. Ketika mata terpenjam semuanya hilang semuanya tidak akan terpikirkan , akan tetapi kebalikan dari semua itu ketika mata mulai membuka menyambut hari dengan penuh gelisah semua masalah semua keluh kesah mulai menyetang dengan sendiri nya perlahan - lahan bahkan langsung masuk menunju sistem syaraf - syaraf yang langsung di hantarkan menuju otak dan hati , seketika manusia akan melihat kenyataannya yang sangat pelik dan pahit. begitu pula hujan dan panas yang tak kan pernah bersatu bahkan berdampingan , seperti halnya manusia yang selalu mengeluh ketika hujan. berkeluh kesah adalah hal yang lumrah di lakukan oleh manusia biasa....

KETIKA HUJAN MENYAPA

senja itu tak lagi sama, semua terasa berbeda dari biasanya jauh dari hal yang berbau bahagia. Ya aku lah si sendu yang berasal dari keluarga sederhana cenderung kurang mampu. ku kira ketika aku berpindah kota semua akan terasa berbeda semua terasa akan lebih baik akan tetapi tidak , berpikiran yang aneh - aneh, merenung tentang keterbatasan ekonomi, merenung tentang cinta yang terlalu rumit dan mengorbankan segalanya tapi namanya perasaan , entah berapa kali aku ingin membohongi perasaanku sendiri akan tetapi sama saja aku tetap sayang dia. Ngomong - ngomong masalah cinta mungkin bisa aku utarakan di cerita selanjutnya. aku ingin bertanya pada diriku sendiri aku ingin marah kepada diriku sendiri. Kala itu hujan jatuh tepat pukul 5 sore , harum tanah kering yang di tetesi air hujan sangat menyengat sekali , bukannya bau nya tidak enak akan tetapi aroma khas nya membuat aku terdorong untuk berpikir tentang kehidupan. bagaimana terjalnya perjalanan hidupku yang luntah dan susah sampai ...